Cara Beda Satbinmas Polres Trenggalek Binluh Para Linmas

 0
Cara Beda Satbinmas Polres Trenggalek Binluh Para Linmasby adminHT01on.Cara Beda Satbinmas Polres Trenggalek Binluh Para LinmasPolres Trenggalek – Satbinmas Polres Trenggalek melaksanakan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) kepada 39 peserta peserta Bimtek Linmas Tahun 2017. Selasa (23/5/2017). Pembinaan dan Penyuluhan kepada peserta Bimtek Linmas tersebut guna memenuhi permintaan dari Kabupaten Trenggalek dengan leading sector Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek […]

Polres Trenggalek – Satbinmas Polres Trenggalek melaksanakan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) kepada 39 peserta peserta Bimtek Linmas Tahun 2017. Selasa (23/5/2017).

Pembinaan dan Penyuluhan kepada peserta Bimtek Linmas tersebut guna memenuhi permintaan dari Kabupaten Trenggalek dengan leading sector Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek dalam rangka ”Bimtek Linmas Tahun 2017”.

Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Suyono, S.H.,M.Hum didampingi Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Trenggalek Aiptu Hermanto, S.H.,  serta anggota Satbinmas Polres Trenggalek Bripka Devit Dwi H.S. selaku narasumber kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan kepada puluhan anggota Linmas ini.

Mengawali materi Pembinaan dan Penyuluhan Kasat Binmas  memberikan penjelasan untuk meningkatkan kapasitas Linmas dalam rangka pelaksanaan Sistem Keamanan Swakarsa di Desanya. Anggota Linmas diajak untuk turut serta mengaktifkan Patroli Siskamling Swakarsa di Lingkungannya masing – masing. Guna menciptakan kondusifitas Kamtibmas yang aman di Kabupaten Trenggalek.

whatsapp-image-2017-05-23-at-9-56-53-pmLebih lanjut Suyono memberikan materi kepada peserta Bimtek Linmas tentang tugas pokok Linmas, TPTKP cara tindakan pertama yang harus dilakukan  pada orang gantung diri. Saat mengetahui kejadian perkara, serta tindakan apa yang harus dilakukan di TKP? Tindakan pertama yang harus dilakukan yaitu pertama mengamankan TKP,kedua lapor kepada pihak yang berwajib, ketiga jika korban sudah meninggal tunggu sampai pihak berwajib datang. Bila masih hidup segera beri pertolongan pada kesempatan pertama.

“Bila menemui orang gantung diri jangan langsung diturunkan, karena belum tentu  korban mati karena gantung diri. Karena perlu dicari bekas – bekas lain disekitarnya yang menunjukan apabila korban mati karena gantung diri. Mungkin bisa saja setelah mati kemudian sengaja digantung orang lain untuk menyesatkan penyelidikan Polisi”, papar Suyono

Sementara Kanit Binpolmas Aiptu Hermanto, S.H., memberikan materi TPTKP Lantas. Beberapa materi disampaikan oleh Hermanto yakni tentang pertolongan pertama pada korban laka lantas, pengamanan TKP laka lantas, cara mengamankan barang bukti laka lantas serta menghimbau untuk segera menghubungi pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian jika menemui laka lantas dengan korban luka parah ataupun meninggal dunia untuk proses Hukum lebih lanjut.

“Amankan agar barang bukti tidak hilang ataupun rusak, tidak ada perubahan, penambahan dan pengurangan serta tidak berubah letaknya”, papar Bintara yang pernah menjabat sebagai Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek ini.

Pada saat sesi tanya jawab, ada beberapa peserta Linmas yang mengajukan pertanyaan sedikit menyimpang dari materi yang disampaikan. Yaitu muncul pertanyaan tentang kegelisahan susahnya mencari SIM. Ujian mencari SIM harus mengulang beberapa kali bila tidak lulus.

“Mohon ijin Ndan, mencari SIM sekarang susah, yang tidak lulus harus mengulang beberapa kali. Hal tersebut sangat menyita tenaga dan waktu, apalagi rumah saya jauh dari Kantor SIM?

Menjawab pertanyaan tersebut Suyono menegaskan ujian yang diberikan sudah sesuai dengan peraturan dan prosedur yang yang berlaku. Sebenarnya tidak susah, SIM itu ada tiga yang diujikan. Pertama tes kesehatan, kedua tes teori dan ketiga tes praktek artinya orang yang dinyatakan lulus bila memiliki kemampuan dari sisi ketrampilan dan pengetahuan. Jadi kita harus banyak berlatih dan belajar tentang kelalulintasan. Sebagai gambaran bahwasannya apabila hendak mau menghadapi ujian maka hal yang dilakukan adalah belajar terlebih dahulu.

“Silahkan koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas di Desanya masing – masing untuk memberikan kisi – kisi materi dan pengetahuan kelalulintasan. Sedangkan praktek silahkan belajar mengendarai sepeda motor dengan melawati trafic cone seperti angka delapan. Silahkan berlatih!”, jelas orang nomor sebelas di Polres Trenggalek ini.

whatsapp-image-2017-05-23-at-9-59-59-pm2Diakhir acara pemberian materi dilanjutkan dengan kegiatan games yakni tentang kuis 12 gerakan pengaturan lalu lintas kepada peserta Bimtek Linmas yang dipilih. Yang bisa menjawab pertanyaan akan memperoleh doorprize. Tentunya sesi ini yang di tunggu – tunggu dan membuat para peserta lebih semangat. Terlihat ada bebarapa peserta anggota Linmas yang menunjukan gerakan lucu dan unik saat menunjukan pengaturan lalu lintas yang mengundang gelak tawa seluruh peserta sehingga mencairkan suasana. (dev).


Sumber : Polres Trenggalek