Polres Trenggalek Amankan RDP Warga Desa Dukuh Watulimo dengan DPRD

 0
Polres Trenggalek Amankan RDP Warga Desa Dukuh Watulimo dengan DPRDby adminHT01on.Polres Trenggalek Amankan RDP Warga Desa Dukuh Watulimo dengan DPRDPolres Trenggalek – Ratusan warga desa Dukuh Kecamatan Watulimo yang tergabung dalam “forum masyarakat kerto bumi” memadati halaman kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan warga ini ingin mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) terkait dengan penolakan warga atas eksplorasi tambang oleh PT. SMN (sumber mineral nusantara) di desa mereka. Dalam RDP tersebut hadir antara lain anggota Komisi […]

Polres Trenggalek – Ratusan warga desa Dukuh Kecamatan Watulimo yang tergabung dalam “forum masyarakat kerto bumi” memadati halaman kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan warga ini ingin mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) terkait dengan penolakan warga atas eksplorasi tambang oleh PT. SMN (sumber mineral nusantara) di desa mereka.

Dalam RDP tersebut hadir antara lain anggota Komisi 1 dan 2 DPRD Kabupaten Trenggalek, Pimpinan PT. SMN, Dinas Koperasi dan perdagangan, Kepala bagian hukum Pemkab Trenggalek, Staf ahli bupati sekaligus PLT dinas penanaman modal terpadu, Kasat Pol PP serta perwakilan warga.

Guna mengantisipasi kerawanan dan gangguan Kamtibmas, Polres Trenggalek menurunkan sedikitnya 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) untuk mengamankan kegiatan masyarakat tersebut. personel pengamanan dibagi dalam 3 ring yakni, Ring 1 berada di dalam kantor dan ruang rapat DPRD, Ring 2 halaman luar kantor DPRD dan Ring 3 pengamanan sepanjang rute yang dilalui.

Ditemui saat memimpin pengamanan, Wakapolres Trenggalek, Kompol Kuswara, SH, S.I.K., menuturkan, pengamanan oleh Polri merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat agar legiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

“Mereka juga warga Trenggalek, saudara kita juga. Kita bantu pengamanan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya” ujar Kompol Kuswara

Sementara itu, Kabagops Polres Trenggalek, Kompol Mukalam, SH menegaskan, selain menurunkan personel pengamanan, pihaknya juga memberikan pelayanan berupa pengawalan rombongan massa.

“Pola pengamanan lebih kepada upaya preemtif dan preventif dan disesuaikan dengan kondisi dinamika dilapangan” tegas Kompol Mukalam.

Hasil RDP sendiri pada intinya, sebelum ada kejelasan dari pemerintah,  PT. SMN diminta untuk menghentikan sementara giat ekplorasi. Jika giat ekplorasi yang mengarah ekploitasi dilakukan di Trenggalek,  maka harus ada kejelasan pembagian untuk Trenggalek dan masyarakat harus dilibatkan.


Sumber : Polres Trenggalek