Giatkan Operasi Petasan di Wilayah Hukum Polsek Pule

 0
Giatkan Operasi Petasan di Wilayah Hukum Polsek Puleby adminHT01on.Giatkan Operasi Petasan di Wilayah Hukum Polsek PulePolres Trenggalek – “Sebagai pengecer kembang api tidak diperbolehkan menjual petasan atau ledakan yang diakibatkan oleh mercon, serta penjualan kembang api harus dilakukan dengan benar menurut aturan yang ada,” Kata yang disampaikan Bripka Andik Setiawan dari unit Reskrim Polsek Pule Polres Trenggalek saat melakukan Operasi petasan, Jum’at (9/9). Dalam menciptakan situasi yang sejuk dan nyaman […]

Polres Trenggalek – “Sebagai pengecer kembang api tidak diperbolehkan menjual petasan atau ledakan yang diakibatkan oleh mercon, serta penjualan kembang api harus dilakukan dengan benar menurut aturan yang ada,” Kata yang disampaikan Bripka Andik Setiawan dari unit Reskrim Polsek Pule Polres Trenggalek saat melakukan Operasi petasan, Jum’at (9/9).

Dalam menciptakan situasi yang sejuk dan nyaman saat pelaksanaan ibadah puasa, tentunya penertiban terhadap bunyi-bunyian yang sekiranya mengganggu, harus di tertibkan. Dari pelarangan penjualan petasan atau mercon sampai dengan jenis ledakan-ledakan yang menggangu pelaksanaan ibadah puasa, seperti mercon bumbung yang terbuat dari bambu.

Dalam himbauhan Kapolres Trenggalek, adanya penindakan hukum kepada para pelaku yang telah menyalahi aturan hukum. Terutama yang mengganggu keyamanan saat puasa, Polisi akan bertindak tegas dan mengenakan sanksi keras terhadap masyarakat yang kedapatan memiliki, menyimpan, membawa, mengangkut, menggunakan atau membunyikan petasan dan bahan lainya yang sejenis.

“Penjualan kembang api sendiri harus sesuai aturan yang ada, bagi pengecer harus mengantongi ijin dari distributor pembelian kembang api, dan masa berlaku surat ijin bagi pengecer 6 bulan dari tanggal dikeluarkan dari Intelkam Polres Trenggalek,” Jelas Bripka Andik kepada penjual kembang api.

Operasi petasan dan ijin penjualan kembang api yang dilakukan oleh personel Polsek Pule Polres Trenggalek mengingat makin menjamurnya pedagang kembang api, dengan penertiban seperti ini akan mengurangi kejadian yang disebabkan oleh petasan atau mercon. Aturan hukum sendiri sudah ada tentang pelaku yang membuyikan ledakan, atau menyimpan bahan peledaknya, semua tertulis dalam undang-undang darurat no 12 tahun 1951.


Sumber : Polres Trenggalek