Bripka Agus : Next tidak ada masjid yang “terbengkalai” tanpa sentuhan Polisi

 0
Bripka Agus : Next tidak ada masjid yang “terbengkalai” tanpa sentuhan Polisiby adminHT01on.Bripka Agus : Next tidak ada masjid yang “terbengkalai” tanpa sentuhan Polisi  Polres Trenggalek – Team I Safari Tarawih Polsek Dongko yang dipimpin oleh Aiptu Susila Basuki melaksanakan kegiatan Safari Tarawih di masjid Baitul Muhsini, Dusun Karangsudo, Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Kamis (1/06/2017). Safari Tarawih tersebut di ikuti oleh Bripka Rudianto, Bripka Dyan Hengky Ranu Seputro, Bripka Ronny Sigit Pamungkas S.H. dan Bhabinkamtibmas Desa Cakul Bripka […]

 

Polres Trenggalek – Team I Safari Tarawih Polsek Dongko yang dipimpin oleh Aiptu Susila Basuki melaksanakan kegiatan Safari Tarawih di masjid Baitul Muhsini, Dusun Karangsudo, Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Kamis (1/06/2017).

Safari Tarawih tersebut di ikuti oleh Bripka Rudianto, Bripka Dyan Hengky Ranu Seputro, Bripka Ronny Sigit Pamungkas S.H. dan Bhabinkamtibmas Desa Cakul Bripka Agus Mulyono, M.H.

Hadir dalam Safari Tarawih tersebut antara lain Sekdes Fatah, Kepala Dusun Marsum, Kaur Kesra Wajib, serta Jama’ah Masjid Baitul Muhsini.

Dalam kesempatan tersebut Bripka Agus selaku Bhabinkamtibmas pengampu Desa Cakul dalam tauziah atau seruan moral menyampaikan surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur diantaranya adalah larangan menaikkan balon udara atau balon api menjelang pelaksanaan hari kemenangan Umat Islam yaitu Hari Raya Idul Fitri karena sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta membahayakan keamanan pemukiman padat penduduk.
“Local people don’t do harmful local traditions”. Ajak Agus.

Selanjutnya terkait bentuk – bentuk kejahatan yang membudaya menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri, Bripka Agus mencontohkan study normatif bahwa bentuk – bentuk kejahatan di ruang publik seperti hipnosis atau gendam.

Pelaku Hipnotis biasanya beraksi justru di tempat – tempat yang ramai aktifitas masyarakat. Medianya melalui berbagai cara, seperti mulai dari sekedar obrolan, sentuhan, asap rokok, sampai pada pemberian makanan minuman secara cuma – cuma.

Sebagai langkah antisipasi atau solusi agar terhindar dari kejahatam hipnotis, Bripka Agus berpesan jika ada orang yang tidak dikenal menghampiri, kemudian menawarkan berbagai aroma parfum, produk rumah tangga, produk kesehatan masuk kampung bahkan masuk pekarangan rumah agar lebih waspada dan curiga.

“Saya sarankan jangan memandang sorot mata orang tersebut karena biasanya pelaku berusaha mempengaruhi calon korban dengan sugesti – sugesti dan iming – iming sehingga dapat dengan mudah dan leluasa memperdaya korban”. Ujar Agus.

Di akhir ceramah kamtibmasnya Bripka Agus menyatakan bahwa kegiatan Safari Tarawih ini merupakan wadah silaturahim dan juga sebagai upaya Polri dalam membina, memelihara kemanan, ketertiban masyarakat.

Sebagai unsur pemerintah tentunya juga sebagai aktor pelayan publik wajib hadir di tengah aktifitas masyarakat, mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang harmonis.

Kedepan semoga tidak ada masjid yang “terbengkalai” tanpa sentuhan Polisi sehingga terjaga stabilitas kamtibmas yang mantap !!! Pungkas Agus.

(gusmul/tftt)


Sumber : Polres Trenggalek