Pertama Kali di Jawa Timur, Polisi Gelar Training dan Terapi Ruqyah Syar’iyyah

 0
Pertama Kali di Jawa Timur, Polisi Gelar Training dan Terapi Ruqyah Syar’iyyahby adminHT01on.Pertama Kali di Jawa Timur, Polisi Gelar Training dan Terapi Ruqyah Syar’iyyahPolres Trenggalek – Keseimbangan antara jasmani dan rohani merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil sebuah kinerja seseorang. Keduanya harus bersinergi dan saling mendukung satu sama lain sehingga hasil kerja yang berangkat dari fisik yang sehat didukung rohani yang kuat dapat menghasilkan karya yang bagus dan tentunya bermanfaat bagi orang lain maupun organisasi. Mengacu […]

Polres Trenggalek – Keseimbangan antara jasmani dan rohani merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil sebuah kinerja seseorang. Keduanya harus bersinergi dan saling mendukung satu sama lain sehingga hasil kerja yang berangkat dari fisik yang sehat didukung rohani yang kuat dapat menghasilkan karya yang bagus dan tentunya bermanfaat bagi orang lain maupun organisasi.

Mengacu pada hal tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si telah mengambil langkah stategis khususnya berkaitan dengan penguatan sumberdaya manusia khususnya yang berkaitan dengan kepribadian ataupun unsur rohani anggotanya. Salah satunya adalah dengan menggelar Training dan Terapi Ruqyah Syar’iyyah bagi seluruh anggota Polres Trenggalek.

Training dan terapi ruqyah syar’iyyah itu sendiri di laksanakan di hall hotel Hayamwuruk Trenggalek dan diikuti oleh sedikitnya 500 personel.

Tak tanggung-tanggung, sebagai pembicara dan pemandu adalah Ustad Adam Amrullah dan Ustad Abu Hudzaiffah yang sudah berpengalaman dan malang melintang didunia ruqyah. Senin (23/10)

Menurut Kapolres Trengggalek, acara dengan tema Ruqyah dengan cinta ini merupakan bagian dari pembinaan mental personel yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ruqyah itu pada dasarnya adalah do’a. Do’a untuk berlindung dan menjemput kesembuhan. Dengan begitu, anggota bisa memperoleh ketenangan hati, lapang dada dan hidup yang berkualitas, bahagia lahir batin, sukses dunia dan akherat.” Ucap AKBP Donny

“Outputnya, kinerja anggota bisa lebih optimal dan kepuasan masyarakat juga semakin meningkat” tambahnya.

Ustad Adam Amrullah, dalam pembukaannya menjelaskan beberapa point yang bermanfaat dalam menambah kekuatan ruqyah antara lain adalah Tauhid yakni mengesakan Allah dalam peribadatan, Tazkiyyatunnuffus atau penyucian jiwa dan Ruqyah Syar’iyyah yang artinya adalah Ruryah yang sesuai dengan syariat Islam.

Sedangkan ruqyah dengan cinta pada prinsipnya adalah sebuah nama dengan harapan dan cita-cita mulya dan ingin mengajak agar umat makin mencintai Allah SWT sebagai satu-satunya yang disembah, mencintai Rasulullah sebagai suri tauladan dan mencintai Islam sebagai jalan hidup terbaik.

Sementara itu, metode ruqyah yang diterapkan antara lain, mencari keluhan dan akar masalah, kemudian istiqomah dalam hijrah dengan menyucikan diri, memperkuat iman dan taqwa, menjauhi syirik dan sifat setan. Langkah berikutnya adalah niat yang tepat dalam dzikir doa dan bacaan alquran. Dilanjutkan dengan taushiah dakwah kepada manusia dan jin yang terkait. Dan terakhir adab dalam eksekusi terbaik dengan santun dan lembut. Tahapan tersebut harus dilalui secara berurutan agar proses ruqyah benar-benar berhasil dan membawa manfaat bagi para peserta.

Didalam gedung sendiri suasana religius sangat terasa. Lantunan bacaan Alquran merdu terdengar hingga terasa menembus relung kalbu siapapun yang mendengar. Beberapa peserta juga terlihat sangat khusuk berdoa. Tak sedikit pula yang terlihat menitikkan air mata.

Aiptu Suharto, salah satu peserta asal pengiriman Polsek Pogalan menuturkan, dirinya merasakan manfaat positif dari acara ruqyah tersebut.

“Pikiran menjadi lebih fresh, lebih bersemangat dan insyaallah iman dan taqwa kita juga meningkat” ujarnya

Sedangkan Kabagsumda Polres Trenggalek Kompol Sumilih, SH menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Polres Trenggalek untuk meningkatkan kualitas personelnya dengan pendekatan mental rohani.

“Diharapkan mental personil lebih kuat, iman dan taqwa juga lebih baik. Dengan begitu profesionalisme Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat adalah sebuah keniscayaan” tegas Kompol Sumilih


Sumber : Polres Trenggalek