Polres Trenggalek Jadi Tuan Rumah Penutupan Gerakan Sejuta Biopori Pramuka

 0
Polres Trenggalek Jadi Tuan Rumah Penutupan Gerakan Sejuta Biopori Pramukaby adminHT01on.Polres Trenggalek Jadi Tuan Rumah Penutupan Gerakan Sejuta Biopori PramukaPolres Trenggalek – Gerakan sejuta biopori yang dipelopori oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur di seluruh kabupaten se Jawa Timur resmi ditutup. Di Trenggalek, penutupan ditandai dengan upacara yang digelar di halaman Mapolres Trenggalek. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ka Kwarcab Trenggalek sekaligus wakil bupati M. Nur Arifin. Sedangkan di kursi tamu undangan terlihat […]

Polres Trenggalek – Gerakan sejuta biopori yang dipelopori oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur di seluruh kabupaten se Jawa Timur resmi ditutup. Di Trenggalek, penutupan ditandai dengan upacara yang digelar di halaman Mapolres Trenggalek.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ka Kwarcab Trenggalek sekaligus wakil bupati M. Nur Arifin. Sedangkan di kursi tamu undangan terlihat Ketua harian Kwarcab Mahsun Ismail didampingi jajaran pengurus Kwarcab Trenggalek, Wakapolres Kompol Agung Setyono, S.S. serta pejabat utama Polres Trenggalek. Sedangkan peserta upacara adalah perwakilan civitas pramuka penggalang dan penegak se-Kabupaten Trenggalek.

Dalam sambutan Ka Kwarda Jatim, M. Nur Arifin menyampaikan padatnya aktivitas manusia berdampak pada kerusakan lingkungan serta terganggunya sistem tata kelola air yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor ataupun kekeringan di musim kemarau. Oleh karenanya perlu sebuah gerakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup.

“Gerakan sejuta Biopori Pramuka Jawa Timur telah dilaksanakan selama 30 hari merupakan salah satu wujud turut serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam mengupayakan pelestarian lingkungan” Ucap M. Nur Arifin di hadapan para peserta upacara

“Keberhasilan kegiatan ini tidak diukur dari seberapa banyak lubang Biopori yang dibuat, namun dari seberapa besar manfaat yang ditimbulkan” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan juga membuat lubang biopori bersama-sama di salah satu sudut Mapolres yang berfungsi sebagai lubang resapan air serta mencegah terjadinya banjir.

Di temui terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. menyatakan dukungannya atas gerakan sejuta biopori tersebut. AKBP Didit mengatakan, gerakan tersebut tidak berhenti pada tataran seremonial saja tapi berkelanjutan. Bahkan sebisa mungkin gerakan tersebut diperluas khususnya di tingkat Kabupaten Trenggalek.

“Trenggalek ini unik, saat musim hujan masih ada beberapa wilayah yang kebanjiran, tapi saat musim kemarau banyak pula yang mengalami kekeringan dan krisis air. Gerakan Biopori ini merupakan salah satu jawaban dan langkah tepat sebagai solusi jangaka panjang.” Jelas AKBP Didit

Dengan adanya gerakan Biopori yang dipelopori oleh Pramuka ini diharapkan bisa menjadi triger dan inspirasi bagi masyarakat lainnya sehingga secara mandiri mau membuat lubang biopori di lingkungan masing-masing.


Sumber : Polres Trenggalek