Satukan Rasa Untuk Saling Memaafkan di Hari Lebaran Ketupat

 0
Satukan Rasa Untuk Saling Memaafkan di Hari Lebaran Ketupatby adminHT01on.Satukan Rasa Untuk Saling Memaafkan di Hari Lebaran KetupatPolres Trenggalek – Minggu (2/7). Melalui silaturahmi yang dilaksanakan keluarga besar Polsek Pule Polres Trenggalek di rumah Kapolsek Pule Iptu Suraji, SH Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan merupakan momen yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Dengan bertepatan dengan hari lebaran yang memilki arti untuk halal bi halal dan juga bersamaan dengan perayaan hari ketupatan di wilayah Kecamatan […]

Polres Trenggalek – Minggu (2/7). Melalui silaturahmi yang dilaksanakan keluarga besar Polsek Pule Polres Trenggalek di rumah Kapolsek Pule Iptu Suraji, SH Desa Panggungsari, Kecamatan Durenan merupakan momen yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Dengan bertepatan dengan hari lebaran yang memilki arti untuk halal bi halal dan juga bersamaan dengan perayaan hari ketupatan di wilayah Kecamatan Durenan, menambah situasi silaturahmi menjadi lebih berarti dan spesial. Dikatakan spesial dikarenakan bersamaan dengan ramainya situasi arus orang silaturahmi, yang memadati jalanan sampai dilokasi silaturahmi.

Kegiatan halal bi halal di rumah Kapolsek Pule yang dihadiri oleh bapak-bapak dan ibu bhayangkarinya serta keluarga, disambut dengan keramahan tuan rumah dengan menyalami tamu dari anggotanya sendiri dengan bercanda di ruangan yang telah disediakan. Kapolsek Pule Polres Trenggalek sedikit melontar humor kepada anak buahnya, untuk mencicipi hidangan yang juga telah disiapkan. Menurutnya Hidangan ini tidak mungkin tumbuh, mari dimakan saja ucapan Iptu Suraji dalam mempersilahkan tamunya.

Halal bi halal yang dilaksanakan, bertepatan dengan ramainya perayaan lebaran ketupat di wilayah Kecamatan Durenan, dengan puncaknya arus kendaraan di jalan raya Durenan – Trenggalek sempat terjadi kemacetan. Hal ini disebabkan dari banyaknya pengguna jalan yang turun di jalanan untuk keperluan silaturahmi. Memang tradisi di wilayah Durenan untuk hari lebaran yang paling ramai di hari kupatan, hari lebaran pertama ramainya tidak seperti di saat hari raya kupat.

Hari raya kupatan sendiri berasal dari kata “kupat” berasal dari bahasa jawa “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Ini suatu isyarat bahwa kita sebagai manusia biasa pasti pernah melakukan kesalahan kepada sesama. Maka dengan budaya kupatan setahun sekali ini kita diingatkan agar sama-sama mengakui kesalahan kita masing-masing, kemudian rela untuk saling memaafkan. Nah, dengan sikap saling memaafkan, dijamin dalam hidup ini kita akan merasakan kedamaian. Momen inilah yang diambil dari Kapolsek Pule dalam mengajak anak buahnya untuk saling memaafkan, dengan halal bi halal saling berjabatan tangan tanda saling menerima.

“Terima kasih kepada personel Polsek Pule Polres Trenggalek yang telah hadir di rumah untuk saling memaafkan kesalahan baik disengaja atau tidak. Sebagai manusia biasa saya juga memiliki kesalahan. Di momen ini saya sekeluarga menyampaikan selamat hari raya lebaran mohon maaf lahir dan bathin, ” Kata Iptu Suraji dalam suasana lebaran dirumahnya.


Sumber : Polres Trenggalek