Polres Trenggalek – Sebagai garda terdepan bidang Kamtibmas, seorang anggota Polri dituntut senantiasa siap bertugas kanap dan dimana saja. Oleh sebab itu, sebagai anggota Polri harus memiliki fisik yang kuat, bugar dan tentu saja sehat.
Untuk mendukung hal tersebut, Polres Trenggalek rutin menggelar pemeriksaan kesehatan lanjutan atau yang biasa disebut dengan istilah Rikkesla. Pengecekan kesehatan secara menyeluruh ini diselenggarakan untuk memastikan kesehatan tiap personel sehingga selalu siap sedia melaksanakan tugas, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. menuturkan, Rikkesla digelar minimal setiap enam bulan sekali secara bergiliran dengan skala prioritas, baik dari tingkat Polres maupun Polsek jajaran.
“Iya betul. Hari ini kita menggelar Rikkesla yang diikuti oleh 113 personel. Intensif 1 usia diatas 40 tahun sebanyak 81 orang, intensif 2 30-40 tahun sebanyak 24 orang dan intensif 3 dibawah 30 tahun sejumlah 8 orang.” Jelasnya. Kamis, (24/4).
Pihaknya menuturkan, selain melibatkan tenaga medis dari Sidokkes, dalam pelaksanaan Rikkesla juga bekerjasama dengan Biddokkes Polda Jatim, Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung dan laboratorium Tirta Medika Center dari Surabaya.
Dalam Rikkesla kali ini diprioritaskan bagi mereka yang akan mengikuti jenjang pendidikan karir seperti PTIK, Sespima, SIP, PAG maupun pendidikan pengembangan lainnya serta anggota yang terindikasi mengalami sakit kronis.
Disamping sebagai sebagai alat ukur status dan mapping kesehatan, medical chekup diperlukan sebagai salah satu dari 13 kompenen yang menjadi landasan penilaian personel dan berpengaruh pada aspek penempatan Satker yang bersangkutan.
Pada sisi yang lain, pemeriksaan kesehatan ini juga bermanfaat untuk deteksi dini kesehatan personel. Jika diketahui ada yang memiliki penyakit atau gangguan kesehatan maka akan diberikan rujukan ke rumah sakit Polri untuk ditindak lanjuti.
Tak berhenti disitu, dalam prosesnya Sidokkes Polres Trenggalek selaku koordinator bidang kedokteran dan kesehatan ini akan melakukan pendampingan dengan melakukan home visit/vistasi secara berkala dan memantau pengobatan atau terapi lanjutan yang dilakukan.
“Sekaligus sebagai upaya pencegahan karena nanti akan muncul hasil diagnosa laboratorium secara lengkap juga ada rekomendasi apa yang harus dilakukan kepada yang bersangkutan.” Imbuhnya.
Dalam kegiatan yang mengambil tempat di aula Tatag Trawang Tungga, Mapolres ini, setiap peserta wajib mengikuti sejumlah prosedur diantaranya mengisi daftar absensi dan data, pengambilan sampel darah dan urine, pemeriksaan gigi, mata, EKG atau rekam jantung, rontgen dan terakhir tes MMPI (Kesehatan Jiwa).








