Polres Trenggalek – Parkir sisi barat alun-alun, tepatnya di depan masjid agung Baiturrahman, kabupaten Trenggalek nampak dipadati oleh masyarakat. Sejumlah petugas kepolisian terlihat melayani warga menyuguhkan sarapan pagi berupa soto hangat lengkap dengan toping ayam dan sambal. Jumat, (14/8).
Usut punya usut, ternyata kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Jumat berkah yang memang rutin digelar setiap hari jumat. Sedikit berbeda, aksi jumat berkah kali ini bukan dengan bagi-bagi nasi kotak atau sembako melainkan sarapan pagi bersama yang bertajuk `Dahar Soto Gratis bareng Polres Trenggalek`.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. menuturkan, kegiatan Jumat Berkah ini merupakan upaya jajaran kepolisian untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Dalam pelaksanannya, dahar soto gratis ini kita libatkan UMKM setempat. Jadi, kita bawa sekalian sama rombong atau gerobaknya dan kita bagikan secara gratis kepada masyarakat. Kurang lebih ada 100 porsi. Semua kalangan bisa iku makan gratis di sini.” Ungkapnya.
Menurutnya, langkah ini lebih praktis dan efisen sekaligus membantu melariskan dagangan para pelaku UMKM. Tentu saja ini bisa menjadi kabar baik untuk pelaku UMKM di Trenggalek khususnya yang bergerak dibidang FnB.
Lebih lanjut AKBP Rizky menuturkan, meskipun terlihat sederhana, namun langkah ini akan terus dilakukan dengan menyentuh pelaku UMKM yang lain. Tujuannya, mendorong roda ekonomi lokal serta mengenalkan produk UMKM kepada khalayak lebih luas.
“Dengan begitu, kita harapkan akan bisa mendongkrak pendapatan masyarakat, lebih membawa manfaat terutama dalam hal kesejahteraan dan tentunya kedekatan antara polisi dengan masyarakat juga akan lebih meningkat.” Ucapnya.
Sementara itu, Mardi salah satu warga Sumbergedong Trenggalek yang kebetulan berada di alun-alun dan turut menikmati sarapan soto gratis tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh jajaran Polres Trenggalek tersebut.
Baginya, kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat terutama pekerja informal seperti dirinya tetapi juga untuk para pelaku UMKM itu sendiri yang seharusnya menjual dagangan hingga sore bahkan malam hari tetapi langsung ludes hanya dalam hitungan jam.
“Tidak semua masyarakat berangkat kerja dengan perut sudah terisi. Kebetulan saya juga belum sarapan. Pas lewat alun-alun diarahkan sama petugas untuk sarapan soto. Bagi saya ini sangat membantu. Penjual soto juga pasti senang karena habis diborong semua.” Pungkasnya.







