Sejarah Singkat SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek. Dari 17 Siswa, Kini Jadi Sekolah Unggulan Jawa Timur

oleh
oleh

Polres Trenggalek – Tepat hari ini, tanggal 22 Oktober 2026, SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-51. Sebagai bentuk penghargaan dan dedikasi atas perjuangan panjang membangun dan mendirikan sebuah sekolah bagi anak-anak luar biasa di Trenggalek, kami sajikan lintas sejarah singkat dan perjalanan SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek hingga menjadi seperti sekarang ini. Yuk disimak.

Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Trenggalek merupakan organisasi yang bergerak dibidang sosial dikelola oleh ibu-ibu istri anggota Polri atau Bhayangkari. Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat berada di Jakarta, dan memilikii Perwakilan disetiap Provinsi seluruh Indonesia.

Salah satu yang digeluti dan menjadi concern dari Yayasan Kemala Bhayangkari adalah bidang sosial kemanusiaan dimana didalamnya juga memberikan wadah dan pelayanan pendidikan. Salah satunya bagi anak berkebutuhan khusus/difabel.

Dalam perjalanannya, Trenggalek terpilih sebagai lokasi didirikannya Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari pertama di Jawa Timur dan diresmikan oleh Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari X Jawa Timur Ibu Dr. Soerjani Tjoek Soejono Soemodiredjo, tanggal 22 Oktober 1975 yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek.

Pada awal berdirinya, jumlah murid SLB hanya 17 anak, didukung dengan tenaga pendidik berjumlah 5 orang. Tidak hanya dari Trenggalek, sekolah ini juga menampung anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai kota di Jawa Timur.

Pada tanggal 18 September 1980, didirikan Gedung Panti yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bapak Kapolri beserta Ibu Awaludin Jamin. Penggunaan Gedung Panti diresmikan pada tanggal 22 April 1981 oleh Ibu Elly Yusuf selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi Pusat. Tujuannya untuk memberi ruang lebih luas bagi yang bertempat tinggal jauh dari sekolah maupun orang tua kurang mampu.

Pada tahun 1996 Gedung SLB dan Panti direhabilitasi atas prakarsa Ketua YKB Jawa Timur (Ny. Roesmanhadi), sedangkan peresmian secara simbolis dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 1997 oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat (Ny. Dibyo Widodo) bertempat di Mapolda Jatim.

Dalam rangka mendorong kemandirian dan meningkatkan kompetensi, pada akhir tahun 2007 dibangun gedung keterampilan beserta ruang showroom hasil karya siswa, yang diresmikan oleh Ketua Pengurus YKB Daerah Jawa Timur (Ny. S. Herman Sumawiredja) pada tanggal 15 Januari 2008.

Dari hari ke hari, SLB Kemala Bhayangkari terus berkembang pesat menjadi sekolah inklusi yang cukup representatif. Pada sisi yang lain, banyaknya anak kebutuhan khusus di Kabupaten Trenggalek yang membutuhkan pendidikan formal semakin bertambah.

Menjawab hal tersebut, pada tanggal 23 Juni 2010 SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek resmi membuka jenjang Menengah (SMALB). Prosesi peresmian dilakukan oleh Ketua YKB Jawa Timur (Ny. Hetty Pratiknyo) disaksikan oleh jajaran Forkopimda dan civitas akademika Trenggalek.

Pada Tahun 2012 atas dukungan Direktorat PK-LK Dikmen dan swadaya Yayasan, dilakukan pengembangan kembali dengan mendirikan gedung SMALB yang diresmikan oleh Ketua YKB Cabang Trenggalek (Ny. Fety Totok Suharyanto) tanggal 30 Maret 2012 silam.

Sebagai sekolah yang cukup dikenal luas dengan berbagai prstasi menterengnya, SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek terus melakukan pengembangan dan perbaikan sarana prasarana pendukung. Pada tanggal 25 Januari 2023 Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ny. Yesika Toni Harmanto, meresmikan beberapa ruangan dan fasilitas SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek diantaranya adalah galeri melukis, laboratorium vokasi (bengkel dan cuci motor), area bermain dan belajar outdoor, ruang terapi bermain, perpustakaan dan laboratorium Komputer.

Untuk mendukung operasional sekolah, pada tanggal 2 September 2026 yang lalu, SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek menerima hibah satu unit kendaraan operasional yang diserahkan langsung oleh Ketua YKB Cabang Trenggalek (Ny. Debbie Rizky).

Dibawah kepemimpinan Ny. Debbie Rizky, SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek berkembang cukup pesat. Saat ini, sekolah bagi anak berkebutuhan khusus ini memiiki 178 peserta didik terdiri dari SDLB 76 anak, SMPLB 53 anak, dan SMALB 49 anak dengan tenaga pendidik sebanyak 27 orang.

Dari segi prestasi, tahun 2025/2026 saja tercatat sedikitnya 28 siswa-siswi SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek menjuarai berbagai perlombaan baik ditingkat Kabupaten hingga nasional. Demikian pula tenaga pendidik dimana 7 orang guru SLB Kemala Bhayangkari sukses dinobatkan sebagai guru berprestasi tingkat Nasional.

Polres Trenggalek

No More Posts Available.

No more pages to load.